Bobby Kertanegara di Panggung Diplomasi Prabowo

Diplomasi tidak selalu lahir dari ruang perundingan yang kaku. Ia bisa tumbuh dari sapaan hangat, sehelai kain yang dibungkus rapi, atau bahkan dari kasih terhadap hewan peliharaan pemimpin negara. Begitulah gaya baru diplomasi yang sedang dibangun Presiden Prabowo Subianto kepada pemimpin negara sahabat.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Australia, Rabu (12/11/2025), Presiden Prabowo memberikan kejutan hadiah balik untuk Toto, anjing cavoodle kesayangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Jodie Haydon.

Prabowo menyerahkan sebuah kotak berukuran sedang berwarna krem. Saat Albanese membukanya, di bagian dalam tutup kotak terdapat foto Toto mengenakan kalung syal merah bertuliskan ”Toto ❤️ Bobby”.

Di dalam kotak itu tersusun rapi kaus berwarna putih dengan pinggiran merah bertuliskan ”Toto”, satu set tali garis-garis dengan tulisan serupa, serta ilustrasi anjing dan kucing di bagian belakang kaus. Momen tersebut direkam dalam foto dan video yang diunggah oleh akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Albanese tampak tertawa dan jelas senang saat membuka hadiah tersebut. Istrinya pun tampak gembira dengan kejutan tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/11/2025), menuturkan, pemberian hadiah kepada hewan peliharaan pemimpin negara adalah bagian dari diplomasi ala Prabowo. Diplomasi juga bisa dijembatani oleh dua binatang peliharaan milik dua pemimpin negara.

”Diplomasi tidak harus selalu dalam bentuk perundingan, negosiasi, pertemuan bilateral, acara bisnis, atau forum-forum internasional. Diplomasi juga bisa dilakukan melalui pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga seni dan budaya,” ujarnya.

Bobby dan Toto memang belum pernah bertemu. Namun, keduanya, menurut Teddy, telah menjadi ”simbol kedekatan dua pemimpin negara dan simbol persahabatan dua bangsa”. Bila di Indonesia ada Bobby Kertanegara, kucing abu kesayangan Presiden Prabowo, di Canberra ada Toto, anjing kesayangan Albanese, yang kerap muncul dalam berbagai kegiatan publik.

Iklan

Iklan

 

Baca JugaDiplomasi di Ujung Jari, Kisah Prabowo dan Telepon-telepon Strategis

 

Cendera mata untuk Toto ini menjadi balasan halus atas momen beberapa bulan sebelumnya. Pada kunjungan kenegaraan ke Indonesia bulan Mei 2025, Albanese memberikan hadiah berupa syal merah bertuliskan ”Australia ❤️ Indonesia” untuk Bobby. Dalam jamuan makan malam di Kertanegara, syal itu bahkan dipasangkan langsung ke tubuh Bobby oleh Albanese. PM Australia ini pun memberi cemilan yang dinikmati Bobby dengan gembira.

Bobby awalnya adalah kucing jalanan yang datang ke rumah Prabowo sembilan tahun lalu, ketika Prabowo masih tinggal di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Setelah diadopsi, Bobby menjadi hewan peliharaan kesayangan Prabowo. Dia pun kerap menemani Presiden Prabowo di Istana Merdeka dan menjadikannya kucing pertama yang bertandang hingga ke bagian-bagian terdalam istana.

Presiden Prabowo Subianto bercengkerama dengan Bobby Kertanegara yang merupakan hewan kesayangan Presiden.Foto diambil beberapa waktu lalu sebelum Prabowo dilantik sebagai Presiden di Kementerian Pertahanan.

Presiden Prabowo Subianto bercengkerama dengan Bobby Kertanegara yang merupakan hewan kesayangan Presiden .Foto diambil beberapa waktu lalu sebelum Prabowo dilantik sebagai Presiden di Kementerian Pertahanan.

Sejak itu, nama Bobby makin sering muncul di ruang publik. Dalam sejumlah video resmi Sekretariat Negara, Bobby tampak duduk di pangkuan Presiden saat membaca dokumen atau berjalan santai di depan meja kerja. Keberadaan Bobby menawarkan kehangatan kecil di tengah kesibukan kenegaraan.

Bahkan dalam pertemuan Presiden dengan Bill Gates di Jakarta pada 7 Mei lalu, Gates memberikan mainan interaktif berbentuk paus untuk Bobby sambil berkata, ”This is for Bobby.”

Diplomasi tidak harus selalu dalam bentuk perundingan, negosiasi, pertemuan bilateral, acara bisnis, atau forum-forum internasional. Diplomasi juga bisa dilakukan melalui pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga seni dan budaya.

Sementara itu, Toto—anjing betina hasil persilangan spaniel kavalier dan pudel—berbulu putih mulai tampil ke publik saat kampanye Anthony Albanese di tahun 2022. Bahkan, Toto menemani Albanese dalam beberapa kampanyenya.

Akun @TotoAlbanese di media sosial X pun diikuti lebih dari 24.000 pengikut. Namun, unggahan terakhirnya adalah Juni 2022.

Presiden Prabowo Subianto membawakan oleh-oleh untuk Toto, anjing peliharaan PM Australia Anthony Albanese dalam kunjungan kenegaraan, Rabu (12/11/2025). Dalam kunjungan PM Albanese ke Jakarta, Mei lalu, dia juga memberikan buah tangan berupa syal merah bertulisan Australia ❤️ Indonesia untuk Bobby Kertanegara, kucing kesayangan Prabowo.

Tangkapan layarPresiden Prabowo Subianto membawakan oleh-oleh untuk Toto, anjing peliharaan PM Australia Anthony Albanese, dalam kunjungan kenegaraan, Rabu (12/11/2025). Dalam kunjungan PM Albanese ke Jakarta, Mei lalu, dia juga memberikan buah tangan berupa syal merah bertuliskan ”Australia ❤️ Indonesia” untuk Bobby Kertanegara, kucing kesayangan Prabowo.

Iklan

Iklan

 

Diplomasi lunak

Penggunaan hewan peliharaan sebagai jembatan simbolik bukan hal baru di dunia diplomasi. Salah satu contohnya datang dari hubungan Amerika Serikat dan Inggris. Ketika Barack Obama menjabat sebagai Presiden AS, anjingnya yang bernama Bo, seekor anjing jenis portuguese water, menjadi bagian dari citra publik Gedung Putih.

Pada kunjungan resmi Perdana Menteri Inggris David Cameron ke Gedung Putih pada 14 Maret 2012, Pemerintah Inggris memberikan mantel anjing khusus (quilted dog coat) untuk Bo sebagai bagian dari pertukaran hadiah kenegaraan. Informasi itu tercatat dalam arsip Obama Presidential Library melalui artefak bernomor Object ID 29165.

Praktik serupa terlihat dalam hubungan Jepang dan Rusia. Pada Desember 2012, Pemerintah Prefektur Akita menghadiahkan seekor anjing Akita bernama Yume kepada Presiden Vladimir Putin sebagai ucapan terima kasih atas bantuan Rusia dalam bencana tsunami Tohoku 2011. Yume menjadi salah satu contoh paling dikenal dari diplomasi berbasis hewan peliharaan, sering disebut sebagai ”puppy diplomacy.”

Baca JugaRI-Australia Teken Perjanjian Kerja Sama Pertahanan, Prabowo: Tonggak Bersejarah

 

Presiden Prabowo Subianto menyalami Perdana Menteri Australia Anthony Albanese seusai memberikan keterangan pers bersama di ruang kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/5/2025). Ini adalah kunjungan luar negeri pertama Albanese setelah dilantik sebagai PM untuk kedua kalinya.

Kompas/Nina SusiloPresiden Prabowo Subianto menyalami Perdana Menteri Australia Anthony Albanese seusai memberikan keterangan pers bersama di ruang kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/5/2025). Ini adalah kunjungan luar negeri pertama Albanese setelah dilantik sebagai PM untuk kedua kalinya.

Di Perancis, Presiden Emmanuel Macron juga memiliki hewan peliharaan yang menjadi bagian dari citra publiknya. Pada 2017, Macron dan istrinya mengadopsi seekor anjing hitam bernama Nemo dari lembaga perlindungan hewan SPA (Société Protectrice des Animaux). Nemo kemudian kerap muncul dalam agenda resmi Istana Élysée, termasuk saat menyambut para pemimpin dunia.

Dalam dunia internasional yang sering kali dipenuhi ketegangan, mungkin justru hal-hal kecil seperti inilah yang menumbuhkan harapan. Seekor kucing abu bernama Bobby dan seekor anjing bernama Toto kini menjadi jembatan kecil antara dua bangsa. Mengingatkan bahwa di atas segala perbedaan politik, diplomasi sejati selalu berangkat dari kemanusiaan dan kehangatan.

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute Adinda Tenriangke Muchtar menilai buah tangan untuk Toto sebagai low politic gesture dalam diplomasi.

”Ini langkah strategis dalam membangun hubungan diplomasi dengan gestur yang menekankan diplomasi lunak (soft diplomacy),” tutur Adinda.

Iklan

Iklan

 

Berbeda dengan diplomasi keras dalam negosiasi sektor tertentu, seperti perdagangan, pertahanan, dan keamanan, diplomasi lunak juga biasa dilakukan dalam diplomasi kebudayaan.

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute Adinda Tenriangke Muchtar

Arsip pribadiDirektur Eksekutif The Indonesian Institute Adinda Tenriangke Muchtar

Pemberian buah tangan untuk Toto sekaligus memperkuat hubungan antarmanusia. ”Jika tidak bisa disebut unggah-ungguh, ini bagian dari hal-hal personal yang juga bisa meningkatkan profil kepala negara atau kepala pemerintahan ketika berdiplomasi karena menyentuh hal personal sebelum masuk ke isu-isu strategis,” tutur Adinda.

Bentuk lain model diplomasi lunak yang dilakukan diplomat atau perwakilan negara asing di Indonesia adalah menggunakan batik, menyampaikan salam dalam bahasa Indonesia, termasuk mengucapkan ”terima kasih”. Semua hal tersebut akan mengundang apresiasi.

”Bayangkan ketika kepala pemerintahan atau kepala negara memberi sesuatu yang sifatnya personal dan saat ini dunia pet juga jadi hal yang trending, termasuk Bobby. Jadi manis dan lucu dalam diplomasi tetapi bukan hal baru,” tambah Adinda.

Dimulai dengan hal yang manis dan lucu ini, hubungan Indonesia-Australia yang sangat baik berpuluh tahun pun diperkuat, termasuk melalui oleh-oleh yang sangat personal.

Sumber